Anice Bhadmurtiraka's Site

Blog EntrySANG WAKTUSep 6, '07 4:09 AM
for everyone

Tak seorang pun tahu kapan "WAKTU" mulai bergerak. Dan

entah kapan sang "WAKTU" berhenti berjalan. Yang pasti

sampai detik ini "DIA" terus bergerak dan terus

bergulir. Entah Anda menghargai "WAKTU" dengan

memanfaatkan sebaik-baiknya. Atau selalu

menyia-nyiakan "WAKTU" dengan aktivitas yang tidak

bermanfaat.

 

"DIA" tetap diam dan terus berjalan tanpa memihak

kepada siapa pun. Tanpa membantu siapa pun. Tetapi

"DIA" bernilai untuk siapa pun. "DIA" tidak pernah

kalah dan tidak akan usang. "DIA" selalu baru, selalu

segar dan tegar

  

Hanya kitalah sebagai manusia. Lambat atau cepat pasti

akan termakan oleh proses sang "WAKTU". "WAKTU" untuk

kehidupan seorang anak manusia

 

Tidak lama dan sangat terbatas. Maka sepantasnya harus

kita isi kehidupan ini. Dengan "PRODUKTIVITAS" yang

sangat bermanfaat. Baik bagi diri pribadi dan bagi

manusia-manusia lainnya

 

Kesadaran akan "NILAI WAKTU" harus selalu diingatkan.

Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap

"SANG PENCIPTA". Dengan demikian kita akan menghargai

nilai keberadaan "SANG WAKTU". Dan nilai-nilai diri

kita sebagai manusia sehingga kita akan. Selalu

berusaha untuk dapat menikmati "PROSES WAKTU" itu.

Dengan kualitas kehidupan yang makin lama makin indah.

Nikmat, bahagia dan sangat berarti. Nikmati "WAKTU"mu

yang masih ada...!!! Hargai "WAKTU"mu yang masih

tersisa...!! !


tehpoci wrote on Jan 21
Menghargai WAKTU bukan berarti harus selalu bekerja kan, bunda?
PRODUKTIVITAS bukan selalu berkarya kan, bunda?
Soalnya saya baca seorang Zen menghargai waktu bermalas-malasannya sama dengan waktunya di ladang.
Jika kita menghargai waktu bermalasan, maka waktu itu tidak terbuang sia-sia.

salam kangen,
./tumpie
teweraut wrote on Feb 17
tehpoci said
Menghargai WAKTU bukan berarti harus selalu bekerja kan, bunda?
PRODUKTIVITAS bukan selalu berkarya kan, bunda?
Soalnya saya baca seorang Zen menghargai waktu bermalas-malasannya sama dengan waktunya di ladang.
Jika kita menghargai waktu bermalasan, maka waktu itu tidak terbuang sia-sia.

salam kangen,
./tumpie
WAKTU berjalan begitu sangat singkat. Berapa lama? 60? 80? Tetap saja, kehadiran kita terlalu singkat untuk belajar memberi pada hakekat hidup itu sendiri. Seorang Zen tidak bermalas-malasan, namun berusaha menukik ke dalam dirinya, guna menemukan misi kehadirannya di planet bumi. Produktivitas seorang Zen adalah memancarkan energi positif bagi dunia di sekitarnya. Minimal menularkan, menyentuh kalbu-kalbu gersang yang tak menemukan oasis. Ketika mata tak mampu melihat, telinga tak mampu mendengar, kata yang keluar tak bermakna apa-apa, kecerdasan darimanakah dapat menyentuh kalbu? Bukankah Tuhan hanya mampu terdengar dalam keheningan, dalam kediaman dan hati yang bening?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help